A p a y a n g s a l a h d a r i k u (bag. 2)
Hafidzoh
Hafidzoh
Seorang gadis kecil terduduk lunglai di bangkunya. Kepalanya tertunduk menatap lantai kelas. Suaranya tak terdengar lagi. Sesekali yang terdengar hanyalah suara cegukan yang keluar dari tenggorokannya. Ternyata dia sedang menangis. Entah menangis karena apa. Yang pasti, hanya dia satu-satunya siswi yang masih berada di kelas tersebut. Sedangkan yang lain, mungkin mereka sudah pergi bermain bersama teman-temannya. Gadis kecil ini terlihat sangat sedih. Terbukti dengan air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir dari mata sayunya. Dia tampak tengah menyesali sesuatu. Perlahan-lahan, dia melangkahkan kakinya meninggalkan kelas yang sepi itu. Dia meniti jalan pulangnya seorang diri, tanpa seorang teman pun. Hingga akhirnya sampai juga dia di rumah. Sesampainya di rumah, dia tidak segera berganti pakaian. Melainkan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Dia tertidur. Lelap sekali. Sampai ia benar-benar melupakan semua kejadian yang hari ini menderanya. Seperti biasa, pagi ini dia berangkat sekolah diantar oleh ayahnya. Padahal jarak