Berkreasi, Berkarya, Berjuang dengan Pena

Selasa, 10 Mei 2011

BICARA CINTA

Bicara Cinta                                                 

Aku bertanya kepadamu,
Bukan... bukan kepada orang lain di sampingmu...
Tak perlu kau menoleh kanan menoleh kiri...
Bukan... bukan kepada orang di balakangmu
Tak perlu pula kau menengok ke belakang...
Ya... kepadamu saja aku bertanya,
Tentang cinta...
Aku hanya perlu jawaban “YA” atau “TIDAK”

Pertanyaan pertamaku,
Benarkah orang akan selalu ingat yang ia cintai ?

Kenapa kamu diam?
Jawab pertanyaanku!
Benarkah?
Benarkah kamu mengatakan “YA?”
Syukurlah... aku senang kamu menjawab “YA”
Karena kamu banar – benar merasakan sebagian dari cinta.

Pertanyaan keduaku,

Minggu, 08 Mei 2011

Tafsir Surat an - Nisa' 135

ياأيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بهما فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا وإن تلووا أو تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi Karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. jika ia Kaya ataupun miskin, Maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu Karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, Maka Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan.
Tafsir Ayat
ياأيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط
Terjemah
Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan,
Tafsir
Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba – hambaNya yang beriman, agar mereka

Jumat, 06 Mei 2011

Apa yang salah dariku (bag. 2)

A  p  a     y  a  n  g     s  a  l  a  h     d  a  r  i  k  u   (bag. 2)
Hafidzoh

     Seorang gadis kecil terduduk lunglai di bangkunya. Kepalanya tertunduk menatap lantai kelas. Suaranya tak terdengar lagi. Sesekali yang terdengar hanyalah suara cegukan yang keluar dari tenggorokannya. Ternyata dia sedang menangis. Entah menangis karena apa. Yang pasti, hanya dia satu-satunya siswi yang masih berada di kelas tersebut. Sedangkan yang lain, mungkin mereka sudah pergi bermain bersama teman-temannya. Gadis kecil ini terlihat sangat sedih. Terbukti dengan air mata yang sedari tadi tak berhenti mengalir dari mata sayunya. Dia tampak tengah menyesali sesuatu. Perlahan-lahan, dia melangkahkan kakinya meninggalkan kelas yang sepi itu. Dia meniti jalan pulangnya seorang diri, tanpa seorang teman pun. Hingga akhirnya sampai juga dia di rumah. Sesampainya di rumah, dia tidak segera berganti pakaian. Melainkan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Dia tertidur. Lelap sekali. Sampai ia benar-benar melupakan semua kejadian yang hari ini menderanya.
            Seperti biasa, pagi ini dia berangkat sekolah diantar oleh ayahnya. Padahal jarak

Rabu, 04 Mei 2011

GONO GINI

GONO GINI
(Harta bersama suami istri)

Salah satu hal yang sering menjadi perbincangan dalam rumah tangga adalah masalah kepemilikan harta. Harta milik suami, harta milik istri, dan harta milik bersama. Biasanya urusan tersebut menjadi pembicaraan hangat dan serius ketika terjadi keretakan hubungan suami istri dan berujung kepada perpisahan atau perceraian. Urusan kepemilikan yang pada awal rumah tangga dibangun tidak atau jarang diperhitungkan karena indahnya cinta, nikmatnya hubungan cinta yang dihalalkan dengan pernikahan, atau karena ke_tabu_an membicarakannya, justru seringkali menjadi penyebab bertambah parahnya keadaan rumah tangga yang sedang berada di ambang perceraian atau bahkan pasca perceraian terjadi. Bukan hanya itu, terkadang urusan gono – gini juga menjadi penyebab sengketa ahli waris ketika perpisahan antara suami istri disebabkan karena salah satu di antara mereka meninggal dunia.

Kecenderungan manusia untuk tidak mau melepas sedikitpun harta hak milik yang dia miliki (bakhil, sangat kuat citanya kepada harta) seperti disebutkan dalam

Selasa, 19 April 2011

AL - IMAM ASY - SYAFI'I

AL – IMAM  ASY – SYAFI’I
(105 – 204 H/766 – 820 M)  

Nama, Kelahiran, dan Nasab

Beliau adalah MUHAMMAD bin IDRIS bin AL – ‘ABBAS    bin ‘UTSMAN bin SYAFI’ AL – HASYIMI. Dikenal juga dengan kunyah (gelar panggilan) Abu ‘Abdillah. Al – Imam Asy – Syafi’i dilahirkan di Gaza Palestina dengan nama MUHAMMAD pada tahun 150 H/766M. Tidak lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia, sehingga beliau tumbuh sebagai anak yatim dan dalam keadaan ekonomi kekurangan. Nama Asy – Syafi’i diambil dari nasab kakek yang bernama Syafi’. Jika ditarik garis nasab/silsilah keturunan, maka nasab beliau bertemu dengan nasab/silsilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada ABDI MANAF.

SILSILAH/NASAB NABI MUHAMMAD Shallallahu ‘alaihi wasallam
MUHAMMAD bin ‘ABDULLAH bin ‘ABDUL MUTHTHALIB bin HASYIM bin ABDI MANAF

SILSILAH/NASAB AL –IMAM ASY – SYAFI’I
MUHAMMAD bin IDRIS bin AL – ‘ABBAS bin ‘UTSMAN bin SYAFI’ bin AS – SA_IB bin ‘UBAID bin YAZID bin HASYIM bin AL – MUTHTHALIB bin ABDI MANAF
Kemampuan dalam Al – Qur’an dan Bahasa Arab

Dengan berbagai pertimbangan, di antaranya agar tidak terputus hubungan dengan keluarga ayah serta agar bisa tumbuh lebih baik, maka pada usia 2 tahun, anak yatim yang kelak dikenal dengan Al –Imam Asy – Syafi’i bersama sang bunda meninggalkan Palestina menuju Makkah, kampung halaman ayah beliau.
Di sana Asy – Syafi’i kecil mulai mempelajari al – Qur’an. Kecerdasannya telah tampak. Dalam masa yang singkat dia telah mampu mengkhatamkan (hafal) Al – Qur’an pada usia 7 tahun. Sangat bagus bacaannya dan sangat bagus pula suaranya. Ibnu Nashr berkata :

Apa yang salah dariku (1)

Apa yang salah dariku (1)
Hafidzoh
 
          Aku tak pernah tahu kenapa jantungku selalu berdegub lebih kencang tatkala aku tahu ada seseorang yang menyukaiku ? Entah itu suatu keanehan ataukah bukan. Tapi yang pasti, aku merasa tidak nyaman dengan perasaan itu. Apa mungkin ini trauma masa... kecilku ? Entahlah, aku juga bingung.
            Terkadang hati kecilku berkata bahwa aku ingin seperti anak-anak seumuranku yang lainnya. Yang dengan mudah dapat bergaul dengan teman laki-laki sebayanya. Tapi bagiku, pergaulan itu ada batasnya. Aku tidak mau terlalu dekat dengan temanku yang laki-laki, karena aku tahu bahwa akhir dari persahabatan itu pasti cinta. Aku tidak percaya bila ada seorang cewek dan cowok yang selamanya akan menjadi sahabat. Kalaupun itu ada,

Egomu Torehkan Luka . . . Part 1

Egomu Torehkan Luka . . . Part 1
Hafidzoh

Aku tidak tahu apa yang saat ini sedang kurasakan. Entah senang, marah, atau justru gundah ? Aku memang jengkel dan lelah dengan semua sifatnya selama ini. Mulai dari keegoisannya, keinginannya untuk menang sendiri, dan masih banyak lagi sifat buruknya yang membuatku muak. Sebenarnya, bukannya aku “sok suci” atau “sok tak berdosa”, tapi aku benar-benar geram dengan sifatnya yang seenaknya sendiri itu. Bukan hanya aku yang menjadi “korbannya”, tapi teman sekelasnya sejak SMP sampai SMA pun juga sangat jengkel dengan sifat buruknya itu.
            Huft !!!
            What should I do ?
  1. Berpura-pura bahwa aku baik-baik saja, sementara hatiku tidak menyataka hal yang sama ,
  2. Ataukah aku harus berterus terang kepadanya dan keadaan tidak akan sama lagi ?
Entahlah, aku benar-benar pusing untuk saat ini !!
            Tapi bila aku tidak jujur,